RSS

Tugas 6 bahasa indonesia AGROEKOTEKNOLOGI C UNJA 2012

10 Des
  1.         Bagaimana cara panen tanaman jeruk?

Jawab :

Ciri dan Umur Panen
Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya.

  • • Buah jeruk dipanen saat masak optimal, yaitu saat berumur ± (28-36) minggu, tergantung jenis/ varietasnya.
    • Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas

 2.        Berapakah jarak tanam tanaman jeruk ?

Jawab :

Jeruk manis menggunakan jarak tanam (4–5) m x (4-6) m.

3.        Bagaimana cara memaksimalkan produksi jeruk ?

Jawab :

Yang harus dilakukan agar produktivitas jeruk maksimal yaitu dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

  1. Persiapan dan pengolahan lahan
    Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, yaitu pada ketinggian (700–1.300) meter di atas permukaan laut, dengan iklim relatif kering, dan berada di tempat terbuka. Siapkan lubang tanam berukuran 60cm x 60cm x 50 cm sekitar 2 minggu sebelum penanaman.
  2. Pencegahan penyakit dan penanaman
    Jeruk manis menggunakan jarak tanam (4–5) m x (4-6) m. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran, berikan pupuk dasar kedalam lubang penanaman tersebut, yaitu (2-10) kg pupuk kandang + (100-300) gram ABG-Bios. Pupuk tersebut diberikan sekitar (1–7) hari sebelum tanam, dan berikan ABG-BIO dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 2,5 kg dedak + 5 kg ABG–Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan setelah (2–4) jam, siramkan pada lahan sekitar (1–3) hari sebelum penanaman, untuk meningkatkan kesehatan tanaman.
  3. Pemupukan.
    3.1. Pembibitan.

Campurkan (1–2) bungkus inokulan ABG-BIO + (25–100) gram ABG-Bios/tanaman dengan (25–50) kg media pembibitan (campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1) dalam polybag. Kemudian lakukan pemupukan dengan (2–3) tablet ABG-Tablet per tanaman + (50-100) gram ABG-Bios per tanaman setiap 3 bulan, hingga saat bibit dipindahkan ke lapangan, yaitu pada umur (8–12) bulan. ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air,.diberikan setiap 2 minggu.

3.2. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:

  1. Berikan (8–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat 4 tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
  2. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas), kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval 20 hari sekali.
  3. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman jeruk manis, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + (2-5) kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam, kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.

3.3. Tanaman Menghasilkan (TM).

  1. Berikan (10–30) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (5–6) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (5–10) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
  2. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan konsentrasi (2-4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (20–30) hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, gunakan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan ke dalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.
  3. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman jeruk manis, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.
  4. Pemeliharaan.
    Pemeliharaan terdiri dari penyulaman, penyiangan, pembumbunan, penjarangan buah, pemangkasan serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)
    • Pemangkasan dan penjarangan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon, dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif.
    • Dari tunas-tunas awal yang tumbuh, biarkan (3-4) tunas pada jarak seragam, yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki (3-4) ranting atau kelipatannya.
    • Bekas luka pemangkasan ditutup dengan fungisida, atau lilin, untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol, agar steril.
    • Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

 

  1. 4.        Bagaimana cara memaksimalkan produksi tanaman jeruk apabila tanaman tersebut sedang terkena hama dan penyakit atau saingan dalam menjual hasilnya ?

Jawab :

Caranya yaitu jika terserang hama dan penyakit kita harus terlebih dahulu mengendalikan atau membasmi hama tersebut lalu dilakukan pemeliharaan,kemudian jika saingan kita banyak,kita harus melakukan inovasi dan kereatifitas kita untuk menjual hasil tersebut,agar para pembeli lebih tertarik membeli punya kita dibandingkan punya orang lain.

 5.        Apa saja kriteria tanaman jeruk keprok yang unggul ?

Jawab :

Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A, B, C dan D, berdasarkan berat tiap buah, yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu, yaitu Mutu I dan Mutu II.
Kelas A: diameter 7,1 cm atau 151 gram/buah.
Kelas B: diameter 6,1–7,0 cm atau 101–150 gram/buah
Kelas C: diameter 5,1–6,0 cm atau 51–100 gram/buah
Kelas D: diameter 4,0–5,0 cm atau 50 gram/buah

Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut :
1) Keasamaan sifat varietas: Seragam, cara uji organoleptik
2) Tingkat ketuaan: Tua, tidak terlalu matang, cara uji organoleptik
3) Kekerasan: Cukup keras, cara uji organoleptik
4) Ukuran: Kurang seragam, cara uji SP-SMP-309-1981
5) Kerusakan, % (jml/jml): maks 5-10, cara uji SP-SMP-310-1981
6) Kotoran: bebas, bebas, cara uji organoleptik
7) Busuk % (jml/jml): maks.1-2, cara uji SP-SMP-311-198

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 10, 2012 in Uncategorized

 

2 responses to “Tugas 6 bahasa indonesia AGROEKOTEKNOLOGI C UNJA 2012

  1. beni93Beni

    Desember 12, 2012 at 1:54 am

    perfect haha

     
    • revanaldo

      Desember 12, 2012 at 1:58 am

      hahaha perfect bagaimana mabroo??

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: