RSS

rambu-rambu pergaulan remaja kristen

12 Des

Perlunya Etiket Dalam Dunia Remaja Masa Kini

ImageImageBeberapa kalangan mensinyalir merosotnya budi pekerti di kalangan anak dan remaja. Guru dan orangtua agar lebih paham dan mengerti pemahaman dan permasalahan etika dan etiket remaja saat ini. Seringkali orangtua geleng-geleng kepala melihat tingkah polah remaja dewasa ini. Mulai dari tata krama terhadap orang dewasa, kelakuan ugal-ugalan di jalan raya, hingga perilaku menyimpang, seperti seks dan narkoba. Bentrok anak dan orangtua pun kerap terjadi lantaran remaja kurang memahami etiket bersopan santun. Rupanya, banyak remaja yang tak tahu dengan etiket. Berbagai kalangan mengganggap bahwa dihapusnya pelajaran budi pekerti dari kurikulum pendidikan Indonesia menjadi salah satu penyebab merosotnya etika dan budi pekerti remaja saat ini.

Mungkin saja beberapa orangtua di jaman dulu mengaku sangat miris terhadap gaya dan perilaku remaja yang banyak tidak beraturan. Remaja sekarang dianggap sudah menganggap remeh segala sesuatu. Mereka sudah tidak lagi memandang orang tua serta melupakan norma-norma yang ada. Jarang sekali terdengar remaja mengucapkan salam atau menanggapi sapaan orangtua. Mudah sekali terlibat narkoba, mudah sekali terlibat dalam seks bebas, ini bahaya jika dibiarkan secara

Etiket dan Etika

Perbedaan antara etika dan etiket. Etika merupakan falsafah moral yang dilandasi agama, budaya, perilaku mana yang baik dan buruk. Etiket itu penjabarannya berdasarkan etika. Etiket adalah aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. “Etiket bisa disebut sebagai golden rules yang menyatakan perlakukan orang lain sebagaimana kamu yang ingin diperlakukan. Karena itu, orang yang memahami etiket memperlakukan orang lain dengan baik dan respek, sehingga akan lebih diterima dalam pergaulan. Sebagai remaja, pasti ingin disukai banyak orang dan berhasil dalam pergaulan.

Etiket bisa diartikan sebagai rambu-rambu yang membantu mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Hal utama yang juga menjadi dasar dari etiket adalah adat-istiadat atau tradisi dari daerah dan negara tertentu. Prinsip-prinsip dalam etiket selalu tetap, tidak berubah, bersifat universal, dan tak terbatas waktu dan tempat. Terdapat tiga prinsip dalam etiket, yaitu respek, empati dan kejujuran. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada setiap orang dengan kelebihan, kekurangan, kesamaan dan perbedaan yang ada.

Etiket Remaja tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar, tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia, alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Bila berkaitan hunungan dengan sesame manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika. Etika tersebut bisa saja mengenai cara berpacaran yang benar, aturan sopan santun yang umum, sampai cara ber-gaul yang baik dalam situasi yang spesifik. Etika remaja juga meliputi komunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan. Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria.

Anak remaja kalau diajak ngomong cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu. Banyak hal sepele ternyata perlu diperhatikan remaja, seperti kebiasaan berkelompok atau nge-gank. Etiket sangat diperlukan bila remaja bersosialisasi dengan lingkungan mahluk hidup dan alam. Bila bersosialisasi berkomunikasi dengan mahluk hidup bisa dengan manusia, binatang atau flora sekitar kita. Saat berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan tatakrama mulai dari etiket berkomunikasi, etiket di rumah, di sekolah, di tempat umum, di perjalanan, etiket dalam berbusana, serta dalam pergaulan.

Remaja harus jujur. Jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. “Jika kebenaran itu sulit, kamu harus menemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya atau cukup dengan diam. Para remaja akan belajar secara praktis cara berkomunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan, yang sangat berguna untuk kehidupannya, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Etiket Remaja tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar, tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia, alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Bila berkaitan hunungan dengan sesam manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika. Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan, tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Dengan bekal etiket yang baik akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun.

Remaja juga diingatkan untuk belajar berbagai tata krama, dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, merokok, sampai tata krama bergaul dengan orang lain dan lawan jenis, berkata tidak untuk ajakan kencan seks, narkoba dan miras. Remaja harus diberi pengertian, agar mereka tumbuh menjadi remaja yang penuh empati. Untuk mencapai sukses dalam banyak hal, paling esensial yang perlu dimiliki oleh remaja dan generasi muda sekarang ini adalah etiket. Etiket harus bersandarkan pada etika. Etiket adalah kebutuhan hakiki.

Untuk urusan berpacaran, remaja juga harus punya etiket. Menembak’ atau mengutarakan cinta juga ada etiketnya, demikian halnya sopan-santun dalam berkencan, yang paling utama adalah ’say no to sex’. Jangan tertipu oleh janji-janji manis cowok. Misalnya, ‘Aku akan bertanggungjawab kok, aku akan nikahin kamu’. Cowok yang gampang berjanji biasanya gampang mengingkari.

Sumber: http://rina2010.wordpress.com/d-artikel/1-tips-praktis/2-pergaulan/

Kita sebagai remaja harus bisa menempatkan diri sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar.

seX edUcatioN itu penTiNG..Why???

Faktor pertama adalah di mana anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adahal hal yang tabu. Sehingga dari ketidak fahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.

Faktor kedua, dari ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di lingkungan sosial masyarakat, hal lain ditawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakfahaman remaja tentang sex education ini, lanjut Sofyan, banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus HIV dan sebagainya.

pEraNan ReMaJA d’LingkungaN keLuargA n’ perGauLan

Dalam hal ini sangat penting sekali peranan keluarga untuk mengawasi tingkah laku anaknya. Agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Menjaga hubungan dalam keluarga haruslah harmonis. Antara anak dan orang tua harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Terciptanya rasa saling mengasihi antara anggota keluarga. Saling berbagai cerita dan pengalaman. Diperlukan sikap yang jujur dan terbuka dalam segala hal apapun yang terjadi.

Sebagai remaja didalam segi pergaulan sangatlah penting. Terutama untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dalam bergaul itu kita tentu mengenal pengetahuan yang baik dan yang buruk. Nah, dalam hal ini kita di tuntut untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak benar. Tentunya kita harus menggunakan pikiran dan hati nurani yang bersih. Kita sangat membutuhkan tuntunan dan bimbingan Tuhan serta koordinasi orang tua. Sangatlah penting dalam hidup kita untuk menaggulangi pergaulan bebas di masa puber ini.

http://www.aidsindonesia.or.id

pEraNaN reMaJa d’bidaNg aGamA

Kita sebagai remaja untuk menghindari dalam segi pergaulan yang baik harus mendekatkan diri pada Tuhan. Karena kita sangat membutuhkan bimbingan Tuhan. Baiknya kita harus lebih rajin beribadah dan berdoa pada Tuhan. Dan mengisi dengan kegiatan / hal-hal yang positif. Contohnya mengikuti kegiatan tartil disekolah. Pergi ke masjid. Dan bagi umat christyani, rajin pergi ke gereja. Kita juga perlu memperdalam pelajaran kerohanian agar kita dapat mengamalkan perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Agar iman kita lebih bertumbuh dan dikuatkan lagi. Dengan hal ini sedikit besar pasti akan bisa untuk menanggulangi pergaulan bebas atau kenakalan di kalangan remaja.

akiBat

Pada saat ini sangat marak terjadi pergaulan bebas di kalangan remaja. Banyak sekali para remaja atau anak-anak muda yang terjerumus dalam pergaulan tidak sehat ini. Mereka tidak menyadari bahwa hal itu menyebabkan masa depan mereka terancam.

Kondisi semacam ini juga sangat mempengaruhi terhadap ideologi masyarakat, sehingga ada sebagian mereka beranggapan, kalau tidak bergaul dengan selain jenis maka di nilai ketinggalan zaman. Inilah salah satu dampak arus globalisasi. Oleh karena itu, dalam kondisi semacam ini manusia di tuntut untuk lebih berhati-hati dalam bertindak.

Akibat pergaulan yang menyesatkan itu (terutama seks bebas dan narkoba), adalah penyesalan, penderitaan seumur hidup hingga kematian di usia muda. Mereka terpaksa kehilangan masa depan.

pEngertiaN’

Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship).

Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi, kalau secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini.

faKtor2 TeRjaDiNA perGauLAn bEbas

Pertama, Faktor agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.

penCegahaN

Dalam maraknya kenakalan remaja, peranan orang tua/keluarga sangat penting untuk mengawasi tingkah laku putra-putri mereka. Untuk mencegah supaya anak-anak remaja/anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan tidak baik. Perlu sekali para orang tua mengawasi anaknya. Orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. Kita juga harus pintar memilih teman atau bergaul dengan teman yang baik dan tidak macam-macam. Dan yang paling penting kita mendekatkan diri pada tuhan. Mohon bimbingan dan petunjuknya agar kita selalu berada di jalan yang benar. Kita juga bisa mengeksplor ketrampilan kita dan juga mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif. Contohnya, yaitu pergi beribadah tempat ibadah, belajar kelompok dengan teman-teman, dll.

perGauLan saat iNi

Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, apalagi malam minggu. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP.

‘’Banyak anak-anak remaja beranggapan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah dan selalu menjadi alasan sehingga banyak remaja yang menjadi korban dan menimbulkan sesuatu yang menyimpang,’’

Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini, anak-anak bisa saja berbohong. Oleh sebab itu, pengawasan orang tua harus diperketat. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan.

sumber : http://silshyabila.wordpress.com/

Perlunya Etiket dalam Pergaulan Remaja Masa Kini

Beberapa kalangan mensinyalir merosotnya budi pekerti di kalangan anak dan remaja. Guru dan orangtua agar lebih paham dan mengerti pemahaman dan permasalahan etika dan etiket remaja saat ini. Seringkali orangtua geleng-geleng kepala melihat tingkah polah remaja dewasa ini. Mulai dari tata krama terhadap orang dewasa, kelakuan ugal-ugalan di jalan raya, hingga perilaku menyimpang, seperti seks dan narkoba. Bentrok anak dan orangtua pun kerap terjadi lantaran remaja kurang memahami etiket bersopan santun. Rupanya, banyak remaja yang tak tahu dengan etiket.

Berbagai kalangan mengganggap bahwa dihapusnya pelajaran budi pekerti dari kurikulum pendidikan Indonesia menjadi salah satu penyebab merosotnya etika dan budi pekerti remaja saat ini. Namun sebenarnya belum tentu demikian, karena etika remaja lebih banyak dipelajari di lingkungan terutama lingkungan keluarga, sekolah dan tempat bermain. Anak remaja yang saat ini sangat cuek sehingga bisa menjadikan mereka dalam bahaya dalam bersosialisasi.

Mungkin saja beberapa orangtua di jaman dulu mengaku sangat miris terhadap gaya dan perilaku remaja yang banyak tidak beraturan. Remaja sekarang dianggap sudah menganggap remeh segala sesuatu. Mereka sudah tidak lagi memandang orang tua serta melupakan norma-norma yang ada. Jarang sekali terdengar remaja mengucapkan salam atau menanggapi sapaan orangtua. Mudah sekali terlibat narkoba, mudah sekali terlibat dalam seks bebas, ini bahaya jika dibiarkan secara terus menerus

Etiket dan Etika

Perbedaan antara etika dan etiket. Etika merupakan falsafah moral yang dilandasi agama, budaya, perilaku mana yang baik dan buruk. Etiket itu penjabarannya berdasarkan etika. Etiket adalah aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. “Etiket bisa disebut sebagai golden rules yang menyatakan perlakukan orang lain sebagaimana kamu yang ingin diperlakukan. Karena itu, orang yang memahami etiket memperlakukan orang lain dengan baik dan respek, sehingga akan lebih diterima dalam pergaulan. Sebagai remaja, pasti ingin disukai banyak orang dan berhasil dalam pergaulan.

Etiket bisa diartikan sebagai rambu-rambu yang membantu mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Hal utama yang juga menjadi dasar dari etiket adalah adat-istiadat atau tradisi dari daerah dan negara tertentu. Cara menunjukkan arah, mengedipkan mata, atau menggeleng di setiap daerah mungkin akan berbeda-beda dan memiliki makna yang tidak sama.

Prinsip-prinsip dalam etiket selalu tetap, tidak berubah, bersifat universal, dan tak terbatas waktu dan tempat. Terdapat tiga prinsip dalam etiket, yaitu respek, empati dan kejujuran. Respek berarti menghargai orang lain, peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Tak peduli mereka berbeda, berasal dari kultur berbeda, atau keyakinan berbeda.

Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada setiap orang dengan kelebihan, kekurangan, kesamaan dan perbedaan yang ada. Dengan bersikap respek, kamu berharap, orang lain juga akan respek padamu. Empati berarti meletakkan dirimu di pihak orang lain. Sebelum bertindak atau berucap, kamu harus berpikir dulu, apa pengaruhnya bagi orang lain. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepadamu. Apakah akan membuatmu senang atau berang. Pikirkan dulu, jangan sampai tindakan atau ucapanmu menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitarmu, atau membuat dirimu terlihat buruk di mata orang lain. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati, akan membuatmu terlihat bijaksana, dewasa dan manusiawi

Etiket Remaja tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar, tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia, alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Bila berkaitan hunungan dengan sesame manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika.

Etika tersebut bisa saja mengenai cara berpacaran yang benar, aturan sopan santun yang umum, sampai cara ber-gaul yang baik dalam situasi yang spesifik. Etika remaja juga meliputi komunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan. Etiket remaja juga berbkaitan dengan berbagai tata karma dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, sampai tata krama bergaul dengan orang dewasa dan lawan jenis. Semua itu sangat berguna untuk kehidupan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang

Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan, tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Dengan bekal etiket yang baik akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun. Remaja akan enjoy berada di mana pun, bahkan di lingkungan baru sekalipun.

Anak remaja kalau diajak ngomong cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu

Banyak hal sepele ternyata perlu diperhatikan remaja, seperti kebiasaan berkelompok atau nge-gank. Seorang remaja yang menarik bisa berteman dengan siapa saja. Ia tidak membatasi pergaulan dengan menjadi anggota sebuah kelompok atau gank, atau lingkaran tertutup di sekolah. Karena akan dicap sesuai karakter gank-mu, dan kehilangan peluang untuk mendapatkan persahabatan baru.

Anak muda sesuai perkembangan psikologisnya didominasi oleh penemuan jati dirinya. Sehingga pada umumnya remaja relatif merasa bukan anak kecil lagi dan merasa sudah pintar dalam berkehidupan. Sehingga bila dalam keadaan tertenti anak remaja kalau diajak ngomong terkesan cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu.

Etiket sangat diperlukan bila remaja bersosialisasi dengan lingkungan mahluk hidup dan alam. Bila bersosialisasi berkomunikasi dengan mahluk hidup bisa dengan manusia, binatang atau flora sekitar kita. Saat berkomunikasi dengan sesama manusia diperlukan tatakrama mulai dari etiket berkomunikasi, etiket di rumah, di sekolah, di tempat umum, di perjalanan, etiket dalam berbusana, serta dalam pergaulan.

Remaja harus jujur. Jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. “Jika kebenaran itu sulit, kamu harus menemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya atau cukup dengan diam. Para remaja akan belajar secara praktis cara berkomunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan, yang sangat berguna untuk kehidupannya, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Etiket Remaja tidak hanya mengenai cara bergaul yang benar, tetapi juga menyangkut tentang tentang berkehidupan dengan lingkungan manusia, alam dan segala isinya termasuk flora dan fauna. Bila berkaitan hunungan dengan sesam manusia maka komunikasi dan sosialisasi sangat memerlukan etika.

Etika tersebut bisa saja mengenai cara berpacaran yang benar, aturan sopan santun yang umum, sampai cara ber-gaul yang baik dalam situasi yang spesifik. Etika remaja juga meliputi komunikasi dengan orang lain, cara bersikap di depan umum, cara berbusana yang pantas untuk setiap kesempatan. Etiket remaja juga berbaitan dengan berbagai tata karma dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, sampai tata krama bergaul dengan orang dewasa dan lawan jenis. Semua itu sangat berguna untuk kehidupan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang

Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi de-ngan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan, tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Dengan bekal etiket yang baik akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun. Remaja akan enjoy berada di mana pun, bahkan di lingkungan baru sekalipun. Anak remaja kalau diajak ngomong cuek, orangtua kalau menasehati dibilang jadul, diajak bicara seperti tidak menganggap. Masa remaja adalah fase transisi, dimana mereka seringkali coba-coba dalam melakukan sesuatu.

Banyak hal sepele ternyata perlu diperhatikan remaja, seperti kebiasaan berkelompok atau nge-gank. Seorang remaja yang menarik bisa berteman dengan siapa saja. Ia tidak membatasi pergaulan dengan menjadi anggota sebuah kelompok atau gank, atau lingkaran tertutup di sekolah. Karena akan dicap sesuai karakter gank-mu, dan kehilangan peluang untuk mendapatkan persahabatan baru.

Remaja juga diingatkan untuk belajar berbagai tata krama, dari mulai tata krama menghadiri pesta, bersilaturahmi, bepergian, mengemudi di jalan raya, merokok, sampai tata krama bergaul dengan orang lain dan lawan jenis, berkata tidak untuk ajakan kencan seks, narkoba dan miras.

Remaja harus diberi pengertian, agar mereka tumbuh menjadi remaja yang penuh empati. Untuk mencapai sukses dalam banyak hal, paling esensial yang perlu dimiliki oleh remaja dan generasi muda sekarang ini adalah etiket. Etiket harus bersandarkan pada etika. Etiket adalah kebutuhan hakiki. Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Presiden Amerika Serikat Theodore Rosevelt, pernah mengatakan, salah satu unsur yang paling penting, yang paling esensial untuk mencapai sukses adalah kemampuan untuk bergaul dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.Di sinilah perlunya etiket, sebuah kebutuhan yang begitu hakiki. Etiket bergaul dalam perkembangan zaman harus semakin dibudayakan. Etika, sikap hidup, saling menolong, orientasi dasar itu harus dimiliki guna memperkaya pergaulan kita untuk mencapai jenjang kesuksesan. Etiket harus bersandarkan pada etika. Inti dari etiket dan etika pergaulan adalah kepedulian.

Orangtua sekarang seringkali salah tingkah melihat anak-anaknya yang kurang etiket, seperti bersalaman dengan tamu tak melihat muka karena dilatari surutnya etiket para anak gaul. Saat ini kerap ditemui mereka malas menjawab salam dan kurang tanggap saat disapa. Asyik dengan mainannya sendiri, Budi pekerti itu penting di tengah kesibukan orang tua. Anak-anak saat ini tampak semakin cerdas secara kognitif tapi nila kurang dari sisi etika, moral, sosial, dan spiritual maka akan mengaburkan kualitas yang ada.

Untuk urusan berpacaran, remaja juga harus punya etiket. Menembak’ atau mengutarakan cinta juga ada etiketnya, demikian halnya sopan-santun dalam berkencan, yang paling utama adalah ’say no to sex’. Jangan tertipu oleh janji-janji manis cowok. Misalnya, ‘Aku akan bertanggungjawab kok, aku akan nikahin kamu’. Cowok yang gampang berjanji biasanya gampang mengingkari.

Jika remaja tidak berani mengatakan ‘tidak’ pada rokok, ajakan seks, narkoba dan miras, maka mereka akan terjerembab pada hal-hal merugikan dan disesali seumur hidup. Remaja harus diberi pengertian, agar mereka tumbuh menjadi remaja yang penuh empati.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 12, 2012 in rohani

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: