RSS

TUGAS 4 (BAYAM)

23 Des

1. Pestisida apa yang digunakan untuk membasmi hama pada tanaman bayam ?

Jawab :

Penggunaan pestisida tidak dianjurkan karena bayam langsung dikonsumsi.

2. Pada umur berapakah bayam dapat dipanen ?

jawab :

Umur panen pada tanaman bayam cabut adalah pada 21 HST.

3. Bagaimana cara penanaman bayam ?

jawab :

  1. Persiapan dan pengolahan lahan.
    Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm dengan lubang tanam sedalam (1-2) cm. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar (100-200) cm dan tinggi (15-30) cm, dan saluran air dengan lebar (25-30) cm dan dalam 30 cm, sedangkan panjang bedengan disesuaikan keadaan lahan.
  2. Pencegahan penyakit dan penanaman.
    Benih disebar secara langsung di atas bedengan pada lubang tanam. Untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan tanaman, aktifkan (1–2) bungkus inokulan ABG-BIO dalam (20–25) kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2–3) hari, kemudian sebarkan secara merata pada bedengan bersamaan dengan pupuk dasar. Untuk melindungi dari hujan deras, maka benih ditutup dengan mulsa jerami atau daun pisang sampai bayam sudah berkecambah dan cukup kuat.
  3. Pemupukan.

    1. Pupuk dasar. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (1–2) ton pupuk kandang + (100-200) kg ABG-Bios + (20–25) kg campuran pupuk kandang, dedak dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas) + 50 kg Urea + 25 kg SP-36 + 25 kg KCl. Pupuk diberikan dalam lubang tugal sekitar 5 cm dari tanaman pada bedengan sekitar (3–7) hari sebelum tanam. Setelah pemberian pupuk dasar, dilakukan pencampuran tanah (diaduk) secara merata.
    2. Pupuk susulan. Berikan campuran 100 kg ABG-Bios + 50 kg Urea + 25 kg SP-36 + 25 kg KCl. Pupuk diberikan di sekeliling tanaman atau larikan pada (10-14) HST. Pemberian pupuk susulan dilakukan dengan melarutkan 1 kg Urea + 2 kg ABG–Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam 100 liter air, aduk secara merata, kemudian disiramkan di antara baris tanaman atau perakaran tanaman dengan menggunakan emrat atau gembor.
    3. Pupuk ABG. Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 15 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata.
  4. Pemeliharaan.
    Pemeliharaan meliputi penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
    • Penyiangan (weeding) dilakukan (1-2) kali, dilakukan pada umur (7–10) HST dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
    • Penggunaan pestisida tidak dianjurkan karena bayam langsung dikonsumsi.
  5. Panen.
    Umur panen pada tanaman bayam cabut adalah pada 21 HST.

4. Kandungan gizi apa saja yang terdapat pada tanaman bayam ?

jawab :

  1. kandungan asam oxalate
  2. NO2 (nitrit)
  3. vitamin A
  4. Vitamin C dan E
  5. Kandungan vitamin B
  6. asam amino
  7. asam folat
  8. kandungan protein
  9. kaya akan serat
  10. beta karoten
  11. berbagai mineral
  12. zat besi

5. Berapa luas tanah yang dibutuhkan untuk menanam bayam ?

jawab :

luas tanah yang dibutuhkan tergantung berapa benih yang ada.jika sebanyak 6-7 kg biji benih diperlukan untuk 1 hektar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2012 in bahasa indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: